Jet Tempur Proyek Korsel-Indonesia Dipasok Mesin GE Aviation




Peningkatan pesawat jet tempur hari esok KF-X/IF-X, project patungan Korea Selatan (Korsel) serta Indonesia, alami perkembangan sesudah memperoleh suplai mesin pertama dari GE Aviation yang berbasiskan di Amerika Serikat (AS). 

Suplai mesin ini membuat project KF-X/IF-X berjalan lancar walau faksi Indonesia masih alami keterlambatan pembayaran untuk pembiayaan project. 

Faksi pabrikasi mesin memberitahukan pada Jumat minggu kemarin jika mereka kirim mesin F414-GE-400K pertama ke Korea Aerospace Industries (KAI) pada bulan Mei. KAI sedang meningkatkan KF-X untuk Angkatan Udara Korea Selatan, yang punya niat untuk mengubah armada McDonnell Douglas F-4 Phantom II serta Northrop F-5E/F Tiger II dengan jet tempur baru.

"GE benar-benar suka capai tonggak penting ini dalam program KF-X," kata Al DiLibero, manager umum departemen Medium Combat and Trainer Engines GE, seperti diambil Defense News, Selasa (9/6/2020).

"Kesuksesan kami selama ini pada program ini menggambarkan jalinan yang kuat di antara ROKAF (Angkatan Udara Republik Korea), partner industri Korea Selatan kami serta GE Aviation, serta riwayat panjang serta sukses dari mesin kami yang gerakkan pesawat ROKAF," lanjut ia. 

KAI pilih GE Aviation pada Mei 2016 supaya menyuplai mesin F414-GE-400K untuk pesawat tempur KF-X, dengan keseluruhan 240 F414 ditambah suku cadang yang akan dipasok ke KAI buat memberikan daya 120 jet KF-X untuk Korea Selatan. 

Sekitar 15 mesin serta enam arketipe diinginkan akan dibuat untuk program ini di tahun 2021, dengan penerbangan pertama diinginkan di tahun 2022. Peningkatan diinginkan akan usai di tahun 2026. 

Mesin F414 gerakkan Boeing F/A-18E/F Super Hornet, Saab JAS 39E/F Gripen serta pesawat tempur HAL Tejas Mark 2 India. 

Korea Selatan merencanakan untuk khususnya lengkapi KF-X dengan avionik pribumi. Ini sejumlah besar akan tiba dari LIG Nex1 serta Hanwha, walau Skema Elbit Israel akan menyuplai skema following/avoidance medan untuk radar array yang dipindai dengan cara elektronik aktif yang sedang ditingkatkan oleh Hanwha. Perusahaan Israel memberitahukan kontrak USD 43 juta pada awal Februari.

KF-X cocok dengan rudal air-to-air Eropa. Korea Selatan tanda-tangani kontrak dengan pembuat rudal Eropa MBDA pada November 2019 untuk mengintegrasikan misil Meteor, sesaat Diehl-BGT disampaikan akan tanda-tangani kontrak sama untuk IRIS-T-nya. 

Disampaikan jika bom yang dibantu laser American Paveway, Gabung Direct Attack Munition yang dibantu oleh satelit serta CBU-105 Wind Corrected Munitions Dispenser punya Textron akan diintegrasikan pada KF-X, yang pengembangannya didanai bersama-sama oleh Indonesia. 

Indonesia tanda-tangani program ini di tahun 2010, dengan sepakat untuk bayar 20 % dari ongkos peningkatan dengan imbalan satu pesawat arketipe, keterlibatan design, data tehnis serta pembagian produksi. 

Tetapi, mulai sejak itu, Indonesia sudah melepaskan beberapa pembayaran ditengah-tengah kritis budget, dimana media massa The Korea Herald memberikan laporan di akhir Mei jika pada April, Indonesia berutang USD 415 juta dalam pembayaran yang telat untuk program itu.