Janji Pentagon Ke Indonesia Soal Laut Cina Selatan






Keadaan di Laut Cina Selatan menghangat. Cina makin berani mengakui daerah-daerah perairan punya negara lain disana. Beberapa strategi dilaksanakan dari mulai larang penelusuran ikan, menenggelamkan kapal, sampai membuat daerah administrasi baru dengan cara sepihak.

Salah satunya kejadian yang masih tetap hangat ialah kejadian West Capella, bulan kemarin di perairan Malaysia. Ditengah-tengah pengeboran terlepas laut, yang dilaksanakan kapal West Capella, Cina mengirim kapal survey serta coast guard untuk lakukan pemindaian. Menganggap untuk cara hasutan, Malaysia kirim kapal Angkatan Laut-nya ke tempat yang sama.

Dalam kejadian itu, Amerika turut terjebak. Dengan kapal perang yang dipunyai, mereka menjaga kapal Angkatan Laut Malaysia, memperjelas suport pada beberapa negara ASEAN. Mereka mengatakan untuk "presence operation", memperingatkan Cina jika ada Amerika di Laut Cina Selatan.

Reed B. Werner, Deputy Assistant Secretary of Defense untuk daerah ASEAN, dari Kementerian Pertahanan Amerika, menceritakan banyak masalah keadaan di Laut Cina Selatan. Tidak stop disana, dia mengingatkan Indonesia masalah Cina yang makin agresif, serta ditengah-tengah epidemi Corona (COVID-19). Berikut cuplikan interviu privat Istman Musaharun dari Tempo.co dengan Reed B. Werner lewat sambungan internasional pada minggu kemarin. 


Pengamatan kami, Cina makin agresif dalam mengakui daerah-daerah perairan di Laut Cina Selatan. Apa sikap Amerika, untuk sekutu beberapa negara di Asia Tenggara, masalah itu?

Kami mempunyai perhatian spesial pada keadaan di Laut Cina Selatan. Loyalitas kami ialah merealisasikan daerah Laut Cina Selatan yang bebas dari perselisihan, menghargai daerah perairan semasing, serta junjung penuntasan permasalahan dengan cara damai.

Apa tidak cemas dengan cara Cina yang mulai berani masuk dalam daerah perairan negara lain serta mengakuinya untuk punya mereka?

Pasti kami mempunyai kecemasan pada kesibukan Cina di Laut Cina Selatan. Mereka memaksakan beberapa negara Asia Tenggara (untuk memberi daerah perairan mereka) serta menghambat akses mereka ke sumber daya laut yang perlu untuk perkembangan ekonomi. Mereka lakukan semuanya di waktu sebagian besar beberapa negara Asia Tenggara repot dengan COVID-19.

Kami terus memantau kesibukan mereka dari mulai mobilisasi armada, kapal survey, sampai kapal coast guard. Hal tersebut termasuk juga saat mereka mengganggu pengeboran terlepas laut oleh Kapal Malaysia.

Tren kesibukan Cina di Laut Cina Selatan semacam apa?

Ini sisi dari trend yang semakin besar. Semenjak Januari, mereka telah lakukan pengawalan pada beberapa kapal (ikan). Disamping itu, dengan cara sepihak, mereka larang kesibukan perikanan, membuat daerah administrasi baru, serta dengan cara terus-terusan menyalahi hukum internasional (UNCLOS) sama seperti yang berlangsung di Natuna waktu lalu. Kami sadar tindakan mereka menenggelamkan kapal Vietnam di Kepulauan Paracel April kemarin. 

Manuver militer mereka pun tidak professional. April lalu, kapal perang Cina menutup senjata radar mereka ke kapal Angkatan Laut Filipina, memberikan signal seakan-akan mereka akan menenggelamkan kapal itu. Disamping itu, ada juga kesibukan pesawat yang tak perlu. Ini jelas mencemaskan serta kami terus memantau mereka.

Parade angkatan laut Cina di Laut Cina Selatan nampak dari satelit pencitraan, 28 Maret 2018. CNN - Planet Labs

Pengamatan Amerika, mengapa Cina mendadak jadi benar-benar agresif belakangan ini? Apa manfaatkan peristiwa epidemi COVID-19?

Kami tidak paham tentu apa motif Cina (mendadak makin agresif) serta apa hal itu terkait dengan epidemi COVID-19. Apakah yang dapat kami sebutkan, Cina sadar jika negara-ngeara ASEAN direpotkan oleh epidemi COVID-19 serta di waktu bertepatan mereka membuat ketidakstabilan di Laut Cina Selatan.

Apa tujuan anda mereka berlaku pragmatis pada keadaan COVID-19?

Saya sebutkan kembali lagi jika kami tidak paham motif mereka, tetapi mereka sadar jika beberapa negara ASEAN tengah repot dengan COVID-19. Virus itu dipercaya datang dari Cina, mereka tengah mengatasinya, tetapi mereka masih meneruskan kesibukan di Laut Cina Selatan.

Cina telah mempunyai dua pulau bikinan yang siap dengan alutsista. Dapat disebutkan mereka telah punyai tempat kuat di Laut Cina Selatan. Menurut Amerika, bagaimana beberapa negara Asia Tenggara harus menanggapinya?

Pertama, ingin saya berikan jika Indonesia telah berlaku pas dengan tidak terintimidasi oleh kesibukan Cina serta masih junjung konvensi internasional.

Untuk memberi respon Cina yang siap waspada di Laut Cina Selatan, penting buat beberapa negara Asia Tenggara untuk berpadu menggerakkan mundur kesibukan Cina. Itu hal yang benar-benar kritikal. Setiap saat Cina menyalahi hukum internasional, lawanlah.

Photo satelit yang diambil, pada 8 Januari 2016, ini menunjukkan tanggul serta pelabuhan yang sudah usai dibuat di Pulau Subi Reef, Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan. Tiongkok terus membuat infrastruktur di pulau yang tetap jadi perselisihan itu. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe

Amerika dapat menolong apa karena itu (menantang Militer Cina)?

Kami dengan cara berkepanjangan terus membuat kemampuan militer beberapa negara Asia Tenggara. Disamping itu, membuat kesadaran mereka pada daerah maritim semasing. Amerika menolong beberapa negara Asia Tenggara untuk hal itu.

Amerika menolong Malaysia dengan mengirim drone untuk jaga daerah perairan mereka. Apa Indonesia akan mendapatkan pertolongan sama?

Saya tidak dapat sampaikan detil kerja sama Pentagon dengan negara lain. Tetapi, kami tetap akan menolong (Indonesia) melalui latihan militer bersama-sama, sediakan pertolongan keamanan, tehnologi militer, dan transisi info masalah keadaan di Laut Cina Selatan.

Dapat dielaborasi pertolongan Amerika untuk Indonesia? Kemungkinan "Presence Operation" seperti di Malaysia?

Apakah yang kami lakukan dengan Indonesia ialah tingkatkan pertolongan keamanan. Contohnya, tentang alutsista, kami sedang berunding untuk penyediaan helikopter Apache serta peralatan militer yang lain yang dapat tingkatkan keamanan maritim Indonesia. Masalah latihan militer bersama-sama, akan diperlebar ke keadaan-situasi yang semakin kompleks. Hal tersebut untuk tingkatkan kekuatan Indonesia dalam memantau serta jaga daerah perairan mereka (di Laut Cina Selatan).

Kapan semuanya akan direalisasikan?

Wah, anda bertanya hal yang sulit. Sama seperti yang anda ketahui, saat ini kami sedang hentikan sesaat operasi militer karena limitasi perjalanan (dampak COVID-19). Jadi, untuk sekarang ini, belum juga tahu kapan latihan militer bersama-sama akan diadakan kembali lagi. Mudah-mudahan saja dapat selekasnya.


Saya yakin kami akan langsung tingkatkan latihan militer bersama-sama (dengan Indonesia) demikian keadaan sangat mungkin.

Dua kapal induk kelas Nimitz punya Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John C. Stennis (kiri) serta USS Ronald Reagan dari Armada 7 di perairan Filipina, 18 Juni 2016. Amerika Serikat tempatkan dua kapal induknya sesudah situasi di Laut Cina Selatan menghangat. Jake Greenberg/U.S. Navy lewat Getty Images

Kembali pada penuntasan permasalahan di Laut Cina Selatan, bagaimana Amerika akan menyamakan pendekatan militer serta diplomatik? Keadaan telah menghangat di Laut Cina Selatan serta kelihatannya pendekatan militer tidak terhindar.

Ada beberapa langkah untuk mengakhiri permasalahan di Laut Cina Selatan. Amerika terus melakukan komunikasi dengan Cina. Jika ada kesibukan mereka yang tidak lumrah, kami langsung memberitahukan mereka masalah kecemasan kami. Pasti jalan diplomasi dihandalkan oleh diplomat Amerika serta Cina.

Spesial masalah militer, kami mengaplikasikan taktik Deterrence (Penjagaan Perang). Itu mengapa kami masih berpatroli, menerbangkan pesawat, mengadakan latihan militer, serta membuat kerja sama pertahanan di Laut Cina Selatan. Kami memperingatkan Cina untuk selalu patuhi Kode of Conduct serta jangan membuat ketidakstabilan di Laut Cina Selatan.

Saya perlu mengaku jika Cina tidak mempunyai reputasi yang bagus masalah patuhi ketentuan internasional. Beberapa negara Asia Tenggara perlu bekerja bersama untuk pastikan Kode of Conduct atau ketentuan internasional dipatuhi Cina.

Anda barusan bicara masalah jaga komunikasi dengan Cina. Kita semua paham jika jalinan Cina serta Amerika jelek. Bagaimana komunikasi ke-2 negara sekarang ini?

Saya cuma dapat menjelaskan jika kami terus melakukan komunikasi dengan cara teratur, baik berkaitan diplomasi atau militer.